Rabu, 31 Desember 2008
Selasa, 30 Desember 2008
Mendem

waktu bergulir lambat
merantai langkah perjalanan kita
berjuta cerita terukir dalam
menjadi sebuah dilema
mengertikah engkau
perasaanku tak terhapuskan
malam menangis
tetes embun membasahi mata hatiku
mencoba bertahan di atas puing-puing
cinta yang tlah rapuh
apa yang ku genggam
tak mudah untuk aku lepaskan
aku terlanjur cinta kepadamu
dan tlah kuberikan seluruh hatiku
tapi mengapa baru kini kau pertanyakan cintaku
aku pun tak mengerti yang terjadi
apa salah dan kurang ku padamu
kini terlambat sudah untuk dipersalahkan
karna sekali cinta, aku tetap cinta
mencoba bertahan di atas puing-puing
cinta yang tlah rapuh
apa yang ku genggam
tak mudah untuk aku lepaskan
Mendem

Aku kembali dari ketermanguan menuju kehampaan
Mimpi-mimpi yang kurakit hanyalah makna-makna kosong
Lelahku memekat bersama kejenuhan
Hanya suara sayatan samara terdengar
Mengetuk bersama detak jantung
Guratan kenangan selalu membuntuti
Mengikuti bayang-bayang langkahku
Memaksaku tuk melangkah dalam gelap
Sedang sinar surya adalah sesal diriku
Ingin rasanya membiarkan mata ini terlelap
Terdiam dalam kegelapan dan kesunyian
Agar aku bisa mengukir kembali cita
Yang pernah bersemayam dalam angan dan khayalku
Meski hanya guratan mimpi yang ada
Minggu, 28 Desember 2008
ahlul

aku terlanjur cinta kepadamu
dan tlah kuberikan seluruh hatiku
tapi mengapa baru kini kau pertanyakan cintaku
aku pun tak mengerti yang terjadi
apa salah dan kurang ku padamu
kini terlambat sudah untuk dipersalahkan
karna sekali cinta, aku tetap cinta
mencoba bertahan di atas puing-puing
cinta yang tlah rapuh
apa yang ku genggam
tak mudah untuk aku lepaskan
Kamis, 25 Desember 2008
Sabtu, 20 Desember 2008
Rabu, 17 Desember 2008
Senin, 15 Desember 2008
Jumat, 12 Desember 2008
jomblo
tancapkan pisau ini di dadaku
arahkan ujungnya menembus hati
rasakan degubnya perlahan berhenti
bersama matinya rasa cinta ini
lihatlah ragaku meregang
melepas aku pergi
pandangi mataku menerawang
berharap kau masih kumiliki
jangan kau cabut dulu pisau ini
tekan, dan tekan lebih dalam
rasakan ujungnya menyentuh dasar hati
dimana cintamu dulu pernah bersemi
sekarang koyakkan ke kanan dan ke kiri
kancil
cukup biaskan sinarnya ke kamarku,
biar gelapnya sedikit berkurang
aku masih duduk di belakang meja itu, menantimu
jari-jariku tak berhenti menuliskan namamu,
dan sebuah lagi kata yang muncul dari coretan-coretan tak menentu,
rindu.. rindu.. rindu
jari-jariku mulai terasa kebas
pandangan mataku pun berkunang-kunang
tapi aku terus menantimu di belakang jendela ini.
diluar tetap gulita.
aku yakin, tiba-tiba saja kau bisa ada di sisiku,
menggenggam sejumput sinar matahari di luar dan menerangi kamarku
aku tidak minta kau bawakan matahari
cukup kedatanganmu saat ini, akan tepiskan pekatnya hatiku
aku masih terduduk di belakang jendela
memandang gulita diluar sana
mengharapkan sinar matahari yang kau bawa menera
rizki
Senyummu adalah bahagiaku
Ceriamu adalah dambaku
Gelisahmu adalah kebimbanganku
Air matamu adalah kesedihanku
Kau pelipur lara dukaku
Kau pengiring suka citaku
Bersama kita dalam hari-hari keberkahan
Ikatan ini berawal dari hati atas nama cinta
Jalinan ini bermula dari rasa atas nama sayang
Pertautan ini berasal dari angan atas nama rindu
Sungguh ini adalah cinta, sayang, dan rindu..
Cinta, sayang, dan rindu atas nama pengabdian kepada Rabbul Izzati
Malam ini bintang bersinar cinta, bulan tersenyum sayang, angin mendesir rindu
Wahai bintang, bulan dan angin
Sampaikanlah salam cinta, sayang, dan rinduku kepadanya
“Sungguh Aku Sangat mencintaimu karena Allah”
Rabu, 10 Desember 2008
Dea

Cuaca Mendung Di Sore Hari
Aku Tetap Termenung
Tidak Seperti Kemarin Meskipun Mendung
Aku Tetap Menemukan Suatu Kebahagian
Langit mulai hitam kelam
Dan Rintik hujan mulai turun
Sejenak ku tergugah
Dengan suara kecil yang berbunyi dari handphoneku
Yang Menyuruh aku tuk mengangkatkan kaki dari rumahku
Hujan semakin deras
Aku tetap melangkahkan kakiku
Dengan harapan ada sesuatu yang bisa aku dapatkan
Suasana dingin dan basah menyelimutiku
Diikuti kenangan pahit yang terlupakan
Tapi hati ini tetap ingin mengatakan.
Sesuatu Yang dulu hampir hilang dari pikiranku
Sunyi senyap membuat suasana semakin akrab
Diikuti canda tawa antara aku dan dia
Detik demi detik terus berlalu
Kata demi kata terungkap dari mulutku
Kata hati yang tak bisa dibohongi
Yang hampir hilang dari pikiranku
Selasa, 09 Desember 2008
Embek

Tak Sanggup
tak sanggup melupakanmu
kekasih, aku katakan aku tak sanggup...
ketika memaksakan untuk melupakanmu
kekasih, aku katakan aku tak sanggup
ketika pikiranku memaksaku untuk membunuh bayanganmu
kekasih, aku katakan padamu..
aku tak sanggup melepaskan kenangan yang telah terjadi saat itu
walau hingga saat ini aku tak pernah dapat menyentuhmu, atau merasakan
jemari-jemari mungilmu atau menyentuh dinding wajahmu..
walau hingga saat ini aku tak pernah dapat lagi bertemu denganmu...
walau hingga saat ini aku tak pernah dapat lagi mendengarkan suaramu..
kekasih ketahulah satu hal..
aku takkan pernah dapat melupakanmu..
Minggu, 07 Desember 2008
yunis

Wahai kawan2 ku...
Tulislah wahai kawan2 ku..!
Wahai kawan ku...!Jangan engkau berdiam diri
Wahai kawan ku...Percayalah bahawa ...
nita

Dentingdenting yang berbunyi
nesa
Tulisan apapun itu bentuknya, tidak dapat dengan mudah dilepaskan dari kondisi kejiwaan penulisnya. Hal ini dapat dengan mudah dipahami ketika menyimak puisi-puisi penyair tertentu dalam satu rangkaian waktu.
Demikian juga dengan Kenzt. Sekeras apapun upaya untuk mencari inspirasi sebagai bahan penulisan puisi, kondisi kejiwaan saat penulisan akhirnya juga turut menyumbangkan andil. Entah apakah ada rekan-rekan penulis lain yang merasa bisa melepaskan diri dari ketergantungan kondisi kejiwaan tersebut, namun hal ini sama sekali tidak bisa saya lepaskan. Terutama saat-saat penulisan puisi.
Contohnya adalah ketika saya sedang bingung dan memaksakan untuk menulis. Alhasil, puisi saya tersebut jadinya menimbulkan sedikit kebingungan di dalamnya. Ada yang ngga’ nyambung. Yah, seperti itulah kira-kira.
sarir
Butiran-butiran embun asa
Meliuk-liukan cakrawala tak terbatas
Seolah pertiwi penuh romansa
Dan sang terra terperanjat
Memacu tunas-tunas tak beralas
Menyapu guguran malam tadi
Rumput-rumput berbiak
Menyambut fajar datang telah
Pagi meniti di atas
Kelembutan daun-daun langit
Menyepuhkan batu keras
Meruntuhkan tembok-tembok rakit
Dan sang terra terperanjat
Memacu tunas-tunas tak beralas
Menggulung lukisan malam tadi
Buliran fajar tak beranjak
jeni
Scol :lulus sma
No.Hp:+6285749156833
Nama:Colip
Scol :lulus sma
No.Hp:
+6285735199402
Nama:eni
Scol :SMA 1 galek
No.HP:+6285731133907
Nama:LINDA
SCOL:SMP 1 DURENAN
NO.HP:+6285649091339
Nama:LINDA
SCoL :_._._
No.HP:085655671216
Nama:RIFA
scol :SMA 1 DURENAN
No.HP:+6285649045622
Nama:RINA
scol :SMA 1 GONDANG
No.HP:085735427027
Nama:LUTVI
scol :lulus sma
No.HP:085749026476
Nama:YAYUK
scol :Lulus smp
No.HP:+6285749147275
Nama:YENI
scOL :SMA 1 DURENAN
No.HP:+6285655736746
Nama:NANA
SCoL :SMA 1 DURENAN
No.HP:085235023923
Nama:RINI
scol :sma 1 durenan
No.HP:085259630475
Nama:SARIR
SCoL :SMK 1 durenan
No.HP:085735177694
Nama:LAILY
Scol :SMK 1 DURENAN
No.HP:085736763073
Name:LAILA
scol :SMP islm Durenan
No.HP:+6285751654615
Name: g' tw
scol :_._._
No.HP:+6285649156272
Nama:YUNIEZ
Scol :SMA 2 galek
No.HP:+6285655771572
Nama:G' tw
Scol :_._._
No. HP:+6285759049274
Nama:NITA
scol :lulus smp
No.HP:+6285649151824
Nama:TIWI
scol :sma 1 durenan
No.HP:085736395852
Nama:VITA
scol :SMP 3 BNDUNG
No.HP:085645795181
Nama:LISA
scol :Lulus SD
No.HP:085735310278
Nama:INDI
scol :MTS N GAndOng
No.HP:085655635067
Nama:LINA
scol :SMA 1 DURENAN
No.HP:+6285736670088
Nama:EVIN
scol :_._._
No.HP:085646898464
Nama:ELY
scol :SMP 1 DURENAN
No.HP:+6285790382729
Nama:EKA
scol :SMA 1 DURENAN
No.HP:+6285736650212
Nama:DEA
scol :SMP 1 DURENAN
No.HP:085655864038
Nama:ARIK
scol :SMP 1 BESUKI
No.HP:085749103848
Nama:ANIK
scol :SMP 1 durenan
No.HP:085649181824
Nama:IKA
scol :sma 2 galek
No.HP:085749257560
Nama:DUWI
scol :Lulus smp
No.HP:081359089296












